Tentang Tongsis dan Cara Menggunakan


Bagi anda yang suka traveling atau merekam video blogging pastinya sudah tidak aneh lagi dengan alat yang satu ini. Bisa dikatakan ini adalah “gadget” wajib buat mereka. Tongsis pada dasarnya adalah sebuah self-portrait monopod. Dengan self-portrait monopod para traveler atau video blogger bisa mengambil foto mereka sendiri tanpa harus repot meminta tolong kepada orang lain. Masuk akal juga karena para traveler seringkali jalan-jalan sendirian ke tempat-tempat yang jarang orang lain ada di sana.



Lalu kapan alat ini mulai ada? Jika dari bentuk desainnya, self-portrait monopod muncul setelah banyak orang menggunakan kamera digital terutama kamera digital saku. Meskipun ada juga orang yang menggunakan monopod ini pada kamera DSLR karena standar mounting hole-nya kamera dengan ukuran standar seperti tripod pada umumnya.



Hampir sama dengan peralatan sejenis yaitu tripod, self-portrait monopod memang memiliki kelebihan lain. Selain angle/sudut kameranya yang bisa bervariasi (top angle, low angle, frontal dsb) juga dapat digunakan untuk merekam video wajah kita sendiri sambil berjalan.


Jadi orang bisa melihat sudut yang pas dan tidak membuang waktu trial and error untuk mendapatkan gambar yang pas atau yang diinginkan.









Seiring perkembangan jaman, ketika handphone sudah mulai ada kameranya, ditambah dengan maraknya sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram hingga Path yang memungkinkan orang berbagi foto dan video. Dengan fasilitas kamera di handphone orang-orang bisa secara langsung mengupload dan berbagi foto mereka ke aplikasi sosial media tanpa harus transfer dulu gambar ke komputer/laptop seperti halnya kamera digital biasa.

Maka muncullah alat bernama TONGSIS (tongkat narsis) dimana self-portrait monopod yang bisa dipasang di handphone karena sudah dilengkapi oleh sebuah device holder yang bisa dipasang handphone. Dunia sosialmediapun terasa semakin sempurna karena dengan tongsis kita tak harus meminta orang lain untuk memotret kita, selain itu sudut foto kitapun bisa dieksplorasi lebih banyak.

Lalu gimana cara menggunakan tongsis?
Karena tongsis terdiri dari dua bagian yaitu tongkat dan device holder, pertama kali yang harus dilakukan adalan memasangkan device holder ke ujung tongkat. Holdernya ada yang ukuran buat iPhone (lebar HP 5-7cm) ada juga yang ukuran Galaxy Note (lebar HP 7-9cm). Mungkin ada juga holder yang bisa buat tablet layaknya iPad. Cara pemasangan device holder sama seperti pada pemasangan kamera digital ke sekrup tripod.
Setelah device holder terpasang kuat, tempatkan handphone sampai tercengkeram dengan baik oleh holder tersebut. Atur sudut holder sesuai dengan kebutuhan. Putar sekrup pinggir holder untuk mengendorkan atau mengunci leher tongkat.

Setelah handphone tercengkram secara sempurna, masuk ke aplikasi kamera handphone dan pilih kamera depan (untuk yang support kamera depan).
Setelah layar muncul, panjangkan batang tongsis sesuai kebutuhan, kemudian carilah sudut yang paling pas atau sesuai keinginan anda.

Jika sudah sesuai, set timer di kamera handphone.
 

… JEPRET!!! Foto pun jadi.

Ada juga TONGSIS yang sudah dilengkapi dengan bluetooth. Jadi tinggal set koneksi bluetooth di handphone dan TONGSIS lalu tekan tombol shutter yang ada di gagangnya.


Cara menggunakan Tongsis bluetooth, pertama kali harus menyambungkan handphone dengan Tongsis. Aktifkan fitur bluetooth kemudian aktifkan juga bluetooth di Tongsis.





Setelah itu, klik “Search for Devices” di setting bluetooth HP (jika bluetooth tongsis tidak terdeteksi secara otomatis) sampai bluetooth di Tongsis terdeteksi.


Setelah handphone dan Tongsis terkoneksi, masuk ke aplikasi kamera. Setelah sudut yang diinginkan didapat, klik tombol shutter yang ada di Tongsis dan jepreettt... jadilah fotonya.


Dimana bisa membeli Tongsis ?
Hati-hati, dengan semakin maraknya tongsis, banyak toko-toko online yang tidak bertanggung jawab.
Bagi yang ingin membeli Tongsis, silakan kunjungi outlet/ toko-toko iLuFA terdekat dan juga mengunjungi website iLuFA disini.



Sumber